Jepara - 24/07/2026, Pukul 20.00 WIB - Selesai, Musyawarah Ranting NU Ranting Klepu Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Pengurus NU Ranting Desa Klepu Kecamatan Keling Kabupaten Jepara menggelar Resepsi Pemilihan ketua Tanfidziyah NU dan Rois Suriyah NU Ranting Klepu, bertempat di Mushola Ponpes Murus Salam Desa Klepu (24/07/2026).
Tujuan dari musyawarah Ranting kali ini ingin menjadikan sebuah momen yang sangat historis bagi Nahdlatul Ulama Desa Klepu. Pasalnya, dari awal mula kepengurusan Tanfidziyah yang sebelumnya telah dipegang oleh bapak Khumaidi selama kurang lebih 20 tahun lamanya dari tahun 2004, akhirnya dari sekian lama resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada nakhoda baru.
Proses pemilihan jajaran kepengurusan baru ini berjalan melalui mekanisme yang demokratis dan khidmat. Berdasarkan hasil musyawarah, Bapak Amin Kholiq terpilih sebagai Rois Syuriah Ranting NU Desa Klepu yang baru menggantikan Rois Syuriah demisioner, bapak Sutrimo. Sementara itu, posisi Ketua Tanfidziyah yang baru kini resmi diemban oleh bapak Syafawi untuk menggantikan bapak Khumaidi.
Pencalonan Ketua Tanfidziyah sendiri sempat diwarnai oleh dinamika dan adu argument yang cukup serius di antara peserta musyawarah. Maklum saja, Bapak Syafawi dikenal sebagai figur kuat yang juga masuk dalam radar bursa pencalonan untuk maju di tingkat yang lebih tinggi, yakni sebagai pengurus MWC NU Keling.
Melihat potensi tersebut, dinamika forum sempat serius hingga bapak Khumaidi (sebagai ketua demisioner Tanfidziyah) angkat suara secara tegas di hadapan forum. Beliau menegaskan bahwa warga Desa Klepu "terlalu memberatkan" (terlalu memprioritaskan) bapak Syafawi agar mendarmabaktikan energinya terlebih dahulu untuk mengurus dan memperluaskan NU di level lebih baik untuk masa depan Ranting Desa Klepu, sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu MWC NU Keling. Berkat dari kedewasaan dalam berorganisasi dan semangat kekeluargaan yang tinggi, dari dinamika tersebut. Demokrasi di tingkat ranting ini akhirnya menemui titik temu yang mufakat, berjalan dengan sangat lancar, sukses, dan penuh kesejukan.
Fa'ala Yaf'ulu: Pesan Mendalam dari Sang Murid Mbah Maimun Zubair dengan Suasana khidmat kian terasa tatkala Rois Syuriah yang terpilih, bapak Amin Kholiq yang dikenal sebagai salah satu santri didikan Al-Maghfurlah Al-Allamah KH. Maimun Zubair (Serang) menyampaikan sambutan perdananya di hadapan para jamaah dan mahasiswa KKN.
Dalam arahan darinya, beliau meramu pesan kepemimpinannya dengan nuansa pesantrenisasi yang sangat kental melalui pendekatan gramatikal menggunakan bahasa Arab (Ilmu Sharaf), dengan merefleksikan estafet kepengurusan NU dengan kaidah tasrifan kata fa'ala yaf'ulu."Dulu, sewaktu saya takdim dan ngaji kepada guru kita tercinta, Syaikhina Mbah Maimoen Zubair, beliau sering mendidik kita dengan melihat segala sesuatu tidak hanya dari kulitnya, tapi dari akar filosofisnya," kenang bapak Amin Kholiq dalam penggalan dari sambutannya.
Beliau bapak Amin Kholiq menjelaskan bahwa kata Fa'ala (telah berbuat) melambangkan babak baru perjuangan dari masa lalu yang telah ditorehkan oleh para pendahulunya seperti kepengurusan lama di bawah kepemimpinan bapak Sutrimo dan bapak Khumaidi. Namun, estafet kepemimpinan jam'iyyah NU harus terus bersambung ke Yaf'ulu (sedang dan akan terus berbuat). Menurut beliau, regenerasi adalah sunatullah yang harus terus berjalan bagaikan rangkaian kaidah sharaf ila akhirihi terus berlanjut sampai tuntasnya pengabdian untuk agama, bangsa, dan masyarakat. Kolaborasi Lintas Generasi Bersama Mahasiswa KKN.
Sebagai sambutan untuk penutup, bapak Amin Kholiq menegaskan bahwa amanah besar ini bukanlah kebanggaan personal, melainkan beban tanggung jawab yang berat. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh elemen dari muda hingga yang lanjut usia untuk bergotong royong. “Mari kita kembangkan jam'iyyah NU Desa Klepu ini bareng-bareng. Yang sepuh membimbing, yang muda bergerak,” ajakan dari beliau menekankan bahwa pentingnya sinergi lalu lintas generasi antara jajaran Syuriah dan Tanfidziyah yang baru, didukung penuh oleh banom dan warga.
Kehadiran dari para mahasiswa KKN Desa Klepu Adalah salah satu dari momentum bersejarah ini turut mendapat apresiasi yang sangat baik. Kolaborasi antara ulama, pengurus MWC NU Keling, banom, warga Nahdliyin, dan mahasiswa diharapkan menjadi awal yang baik bagi langkah pengabdian mahasiswa, sekaligus sarana ngalap berkah kepada para kiai di Desa Klepu.
Dari acara dari awal sampai akhir berlangsung secara khidmat, penuh keakraban, namun juga menyuguhkan dinamika demokrasi yang hangat. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus MWC NU Keling yang hadir sekaligus memimpin jalannya Musyawarah Ranting, serta sebagian perwakilan anak ranting se-Desa Klepu dan unsur Badan Otonom (Banom) NU setempat. Kehadiran mahasiswa KKN di tengah-tengah para kiai, sesepuh, dan warga Nahdliyin ini tidak sekadar menjadi tamu, melainkan turut serta membantu aspek teknis demi kelancaran hajat besar organisasi tingkat desa tersebut. Akhirnya dinamika Musranting: Tongkat Estafet Baru Setelah lebih dari 20 Tahun akhirnya tergantikan.
Informasi Sekilas
Peta Wilayah
Berita Terkini
SIMPUL-SIMPUL UKHUWAH; KISAH KH. MUHAMMAD SUKARLI MENGAJAR, MENGABDI DAN MENGINS...
Galeri Foto
Layanan Publik
Agenda Kegiatan
Media Sosial
Struktur KKN
Data belum tersedia.